Program Perkuliahan Karyawan
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ARTHA BODHI ISWARA

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ARTHA BODHI ISWARA

STIE ABI
Tips Kuliah

Cara Pengelola Bisnis Membagi Waktu Kuliah dan Pekerjaan: Atur Tugas di Antara Dua Hari Kuliah

Pelajari cara pengelola bisnis membagi waktu kuliah dan pekerjaan, mengatur tugas di antara dua hari kelas, rapat, serta jadwal S2 Manajemen STIE ABI.

Cara Pengelola Bisnis Membagi Waktu Kuliah dan Pekerjaan: Atur Tugas di Antara Dua Hari Kuliah

Bekerja sebagai pengelola bisnis berarti waktu tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan sendiri.

Ada tim yang perlu diarahkan. Ada rapat. Ada keputusan yang perlu diambil. Ada masalah operasional yang bisa muncul di luar agenda.

Ketika ingin melanjutkan S2 sambil bekerja, tantangannya bukan hanya menemukan waktu untuk hadir di kelas.

Ada pekerjaan akademik di luar kelas yang juga membutuhkan ruang.

Bagi pengelola bisnis yang sedang mempertimbangkan S2 Manajemen, pembagian waktu akan lebih realistis jika tidak semua tugas ditumpuk pada hari kuliah.

Dengan jadwal kelas pada dua hari tertentu, hari-hari di antaranya bisa digunakan untuk:

  • Membaca.
  • Menulis.
  • Menyiapkan argumen.
  • Menganalisis kasus.
  • Meninjau hasil diskusi.
  • Menyelesaikan tugas secara bertahap.

Pertanyaan pentingnya bukan hanya:

“Apakah saya bisa hadir di kelas?”

Tetapi juga:

“Bagaimana saya menggunakan hari di antara kelas untuk tetap mengikuti ritme S2 tanpa mengganggu tanggung jawab kerja?”

 

Saat Tanggung Jawab Tim dan Rapat Membuat Waktu Belajar Ikut Bergeser

Bayangkan kamu sudah merencanakan membaca materi setelah bekerja.

Namun sore itu ada anggota tim yang membutuhkan keputusan.

Ada rapat yang mundur.

Ada pekerjaan yang harus dikonfirmasi.

Atau ada persoalan operasional yang belum selesai.

Waktu membaca akhirnya ikut bergeser.

Situasi seperti ini cukup umum bagi pekerja yang memegang tanggung jawab tim.

Karena itu, siapkan dua pola:

  • Minggu biasa, ketika rapat dan koordinasi berjalan relatif stabil.
  • Minggu sibuk, ketika tanggung jawab tim atau keputusan operasional meningkat.

Target belajar pada kedua kondisi tersebut tidak harus sama.

 

Manfaatkan Jeda antara Selasa dan Kamis

Jika kelas berlangsung pada Selasa dan Kamis, ada ruang yang bisa dimanfaatkan untuk membagi proses belajar.

Misalnya:

Senin

  • Membaca materi sebelum kelas Selasa.
  • Menuliskan dua atau tiga pertanyaan.

Selasa

  • Fokus pada pekerjaan dan kelas.

Rabu

  • Merangkum hasil diskusi.
  • Menyelesaikan satu bagian tugas.

Kamis

  • Fokus pada pekerjaan dan kelas.

Jumat

  • Meninjau kembali materi.
  • Mengerjakan bagian tugas yang membutuhkan analisis.

Sabtu atau Minggu

  • Sesi lebih panjang untuk membaca atau menulis.

Pola seperti ini membantu agar kelas tidak berdiri sendiri.

Ada kegiatan sebelum dan sesudah kelas yang tetap bergerak.

 

Petakan Benturan Kuliah dan Pekerjaan dalam Kalender Tujuh Hari

Mulailah dari kalender yang menggambarkan kondisi kerja sebenarnya.

Masukkan:

  • Jam kerja.
  • Rapat rutin.
  • Rapat yang berpotensi bergeser.
  • Waktu perjalanan.
  • Jadwal kelas.
  • Waktu membaca.
  • Tugas kuliah.
  • Tanggung jawab rumah.
  • Waktu makan.
  • Waktu istirahat.

Setelah semuanya terlihat, tentukan ruang belajar.

Sebagai contoh awal:

  • Dua sesi belajar singkat sekitar 45–60 menit.
  • Satu sesi tugas yang lebih panjang.
  • Satu sesi untuk menyiapkan diskusi.
  • Satu waktu cadangan.

Angka tersebut bukan aturan wajib.

Sesuaikan dengan beban studi dan pekerjaan yang sebenarnya.

 

Bedakan Minggu Biasa dan Minggu Rapat Padat

Pada minggu biasa, gunakan waktu untuk aktivitas yang membutuhkan fokus lebih tinggi.

Misalnya:

  • Membaca materi baru.
  • Menganalisis kasus.
  • Menulis tugas.
  • Menyiapkan argumen.
  • Membandingkan pilihan strategi.

Pada minggu sibuk, kecilkan target.

Misalnya:

  • Membaca ulang catatan.
  • Menyelesaikan satu bagian tugas.
  • Menulis satu argumen.
  • Merangkum satu bacaan.
  • Menyiapkan pertanyaan untuk kelas.

Dengan pola seperti ini, satu minggu yang padat tidak otomatis menghentikan proses belajar.

 

Jangan Menunggu Hari Kuliah untuk Mulai Tugas

Jika kelas berlangsung Selasa dan Kamis, tugas sebaiknya tidak baru disentuh pada kedua hari tersebut.

Hari kelas biasanya sudah memiliki beban tersendiri.

Ada pekerjaan.

Ada perjalanan.

Ada perkuliahan.

Ada diskusi.

Karena itu, gunakan hari lain untuk kemajuan akademik.

Misalnya:

  • Senin untuk membaca.
  • Rabu untuk menulis.
  • Jumat untuk analisis.
  • Akhir pekan untuk penyelesaian bagian yang lebih panjang.

Pemisahan seperti ini membuat ritme belajar lebih stabil.

 

Pecah Tugas S2 Menjadi Hasil Kecil

Jangan menulis target:

“Kerjakan tugas S2 Manajemen.”

Pecah menjadi:

  • Membaca instruksi.
  • Menentukan masalah.
  • Membaca satu sumber.
  • Menulis satu argumen.
  • Membuat alternatif keputusan.
  • Membandingkan risiko.
  • Menyusun kesimpulan.

Satu sesi tidak harus menyelesaikan seluruh tugas.

Yang penting ada hasil konkret.

 

Siapkan Argumen untuk Diskusi Kasus Manajemen

Salah satu latihan yang bisa digunakan adalah menyiapkan argumen dari kasus simulasi.

Misalnya ada perusahaan yang harus memilih antara:

  • Membuka cabang baru.
  • Memperkuat kanal digital.
  • Menambah tenaga penjualan.
  • Menunda ekspansi.

Pilih satu posisi.

Kemudian tuliskan:

  • Apa alasannya?
  • Data apa yang mendukung?
  • Apa risikonya?
  • Apa alternatifnya?
  • Apa kondisi yang bisa membuat keputusan berubah?

Latihan seperti ini membantu memperkuat analisis pilihan bisnis.

 

Dari Memberi Jawaban menuju Menyiapkan Alasan

Dalam pekerjaan, pengelola bisnis sering dituntut menjawab dengan cepat.

Namun, pembelajaran tingkat S2 dapat membantu memperkuat satu tahap tambahan.

Bukan hanya:

“Apa keputusan saya?”

Tetapi:

“Mengapa keputusan itu dipilih?”

Kemudian:

  • Apa dasarnya?
  • Apa asumsi yang digunakan?
  • Apa pilihan lain?
  • Apa konsekuensinya?
  • Apa risiko yang perlu diperhatikan?

Cara berpikir seperti ini membantu keputusan menjadi lebih terstruktur.

 

Hubungkan Belajar dengan Kepemimpinan

Kepemimpinan bukan hanya soal memberi instruksi.

Ada pertanyaan lain yang perlu dijawab.

Misalnya:

  • Apakah tujuan tim jelas?
  • Siapa yang bertanggung jawab?
  • Apa yang perlu didelegasikan?
  • Kapan keputusan harus naik ke tingkat yang lebih tinggi?
  • Bagaimana konflik ditangani?
  • Bagaimana hasil dievaluasi?

Pengalaman memimpin tim dapat menjadi konteks belajar yang kuat.

 

Hubungkan Belajar dengan Analisis Pilihan Bisnis

Pengelola bisnis sering berhadapan dengan pilihan.

Misalnya:

  • Menambah biaya untuk pertumbuhan.
  • Menahan ekspansi.
  • Mengubah strategi pemasaran.
  • Memperbaiki proses.
  • Mengembangkan produk.

Saat belajar, jangan hanya mencari satu jawaban benar.

Latih membandingkan pilihan.

Gunakan pertanyaan:

  • Apa manfaatnya?
  • Apa risikonya?
  • Apa sumber daya yang dibutuhkan?
  • Apa dampaknya terhadap tim?
  • Apa dampaknya terhadap bisnis?

Cara seperti ini membantu memperkuat analisis strategis.

 

Gunakan Kasus Simulasi, Bukan Data Sensitif Perusahaan

Pengalaman kerja sangat berguna sebagai konteks.

Namun, latihan akademik tidak perlu membawa data internal yang bersifat terbatas.

Gunakan:

  • Kasus fiktif.
  • Data simulasi.
  • Angka sederhana.
  • Situasi yang sudah dianonimkan.
  • Informasi publik.

Tujuannya adalah melatih analisis tanpa membuka informasi perusahaan.
 

Sisakan Waktu Cadangan

Rapat bisa bergeser.

Masalah operasional bisa muncul.

Karena itu, jangan memenuhi seluruh kalender.

Sediakan satu blok waktu cadangan.

Gunakan ketika:

  • Rapat melebar.
  • Ada masalah tim.
  • Tugas akademik tertunda.
  • Perjalanan lebih lama.
  • Tubuh membutuhkan istirahat.

Kalender dengan ruang cadangan lebih realistis.

 

Jangan Mengandalkan Begadang

Pekerjaan manajerial membutuhkan kualitas keputusan.

Belajar S2 juga membutuhkan konsentrasi.

Jika semua tugas baru dikerjakan setelah malam terlalu larut, pemahaman materi dapat menurun.

Pada minggu sibuk, kecilkan target.

Misalnya:

  • Dari dua jam menjadi 45 menit.
  • Dari satu kasus penuh menjadi satu bagian.
  • Dari bacaan baru menjadi review.
  • Dari tugas lengkap menjadi satu argumen.

Yang dijaga adalah konsistensi.

 

Bangun Kebiasaan Belajar yang Mendukung Perubahan Peran

Kuliah sambil kerja dapat mengubah cara melihat tanggung jawab.

Jika sebelumnya fokusnya:

“Bagaimana tim menyelesaikan pekerjaan?”

Pertanyaannya bisa berkembang menjadi:

  • Apa masalah strategisnya?
  • Apa pilihan yang tersedia?
  • Bagaimana keputusan dipertanggungjawabkan?
  • Apa dampaknya terhadap organisasi?
  • Apa yang perlu didelegasikan?
  • Bagaimana tim diarahkan?

Pembelajaran terstruktur, diskusi, dan umpan balik membantu pengalaman kerja berkembang menjadi cara berpikir yang lebih strategis.

Baca juga: Pelajari S2 Manajemen STIE ABI

 

Evaluasi Kalender Setiap Minggu

Setiap akhir minggu, tanyakan:

  • Apakah pekerjaan utama selesai?
  • Apakah tugas kuliah bergerak?
  • Apakah hari di antara kelas dimanfaatkan?
  • Apakah materi benar-benar dipahami?
  • Apakah waktu istirahat masih cukup?

Jika Rabu selalu habis untuk rapat, pindahkan sebagian tugas ke Jumat atau akhir pekan.

Jika kelas berjalan tetapi tugas terus tertunda, jadwal mandiri perlu dibuat lebih jelas.

 

Contoh Kalender Minggu Biasa Pengelola Bisnis

Contoh sederhana:

Senin

  • Membaca materi.
  • Menyiapkan pertanyaan untuk kelas.

Selasa

  • Fokus pekerjaan.
  • Mengikuti kelas malam.

Rabu

  • Merangkum materi.
  • Menulis satu bagian tugas.

Kamis

  • Fokus pekerjaan.
  • Mengikuti kelas.

Jumat

  • Menganalisis kasus.

Sabtu

  • Sesi lebih panjang untuk tugas.

Minggu

  • Review.
  • Menyiapkan minggu berikutnya.
     

Contoh Kalender saat Tanggung Jawab Tim Sedang Padat

Pada minggu sibuk, target dapat diperkecil.

Senin

  • Majukan bacaan.

Selasa

  • Fokus pekerjaan dan kelas.

Rabu

  • Gunakan sesi singkat untuk menulis satu argumen.

Kamis

  • Fokus pekerjaan dan kelas.

Jumat atau akhir pekan

  • Kerjakan bagian tugas yang tertunda.

Dengan pola seperti ini, dua hari kelas tetap dapat dihubungkan dengan proses belajar di antaranya.

 

Menyesuaikan Waktu dengan Kelas Karyawan S2 Manajemen STIE ABI

Jika kamu sedang mempertimbangkan pendidikan formal, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Artha Bodhi Iswara atau STIE ABI di Surabaya memiliki Program S2 Manajemen Kelas Karyawan (P2K).

Program ini memperdalam strategi bisnis, kepemimpinan, keuangan, dan pemasaran.

Gelar yang diperoleh adalah Magister Manajemen (M.M.).

Program Studi S2 Manajemen tercatat berakreditasi B, sedangkan institusi STIE ABI tercatat berakreditasi Baik.

Data program mencantumkan metode:

  • Blended Learning
  • Tatap Muka
  • Hybrid Learning

Jadwal kelas malam yang tercantum adalah:

  • Selasa: 18.00–21.00
  • Kamis: 18.00–21.00

Bagi pengelola bisnis, pola dua hari kelas ini membuat hari di antara perkuliahan dapat digunakan untuk membaca, menulis, dan menyiapkan diskusi.

Masukkan ke kalender:

  • Jam selesai kerja.
  • Rapat sore.
  • Waktu perjalanan.
  • Waktu makan.
  • Jadwal kelas.
  • Waktu membaca mandiri.
  • Tugas akademik.
  • Waktu istirahat.

Informasi mengenai apakah Selasa dan Kamis merupakan satu paket wajib atau pilihan jadwal dapat dikonfirmasi kepada pihak kampus.

Baca juga: Informasi S2 Manajemen STIE ABI

 

Perhitungkan Biaya Bersamaan dengan Jadwal

Selain waktu, pembiayaan juga perlu masuk dalam perencanaan.

Data program mencantumkan:

  • Biaya formulir: Rp100.000
  • Biaya herregistrasi: Rp850.000
  • Total biaya awal simulasi: Rp950.000
  • Simulasi enam kali angsuran: Rp820.000 per bulan

Dengan mengetahui komponen biaya sejak awal, pendidikan dapat dimasukkan ke dalam rencana rutin.

Informasi umum kampus juga dapat dilihat melalui website STIE ABI.

 

Bawa Kalender Rapat ketika Bertanya kepada PMB

Jika ingin mengetahui kecocokan program, jangan hanya bertanya:

“Apakah ini kelas karyawan?”

Bawa kalender kerja aktual.

Kemudian tanyakan:

  • Apakah kelas Selasa dan Kamis keduanya wajib?
  • Bagaimana pembagian Blended Learning, Tatap Muka, dan Hybrid Learning?
  • Apakah jadwal berubah setiap semester?
  • Berapa banyak bacaan dan tugas di luar kelas?
  • Apakah ada kegiatan akademik tambahan di luar Selasa dan Kamis?
  • Bagaimana pola perkuliahan untuk profesional dengan rapat yang sering bergeser?

Pertanyaan seperti ini membantu mendapatkan gambaran yang lebih konkret.

 

Atur Tugas di Antara Dua Hari Kuliah

Bagi pengelola bisnis, dua hari kelas bukan berarti hanya dua hari yang perlu disiapkan untuk S2.

Pembelajaran tetap membutuhkan waktu membaca, menulis, menganalisis, dan menyiapkan diskusi.

Keuntungannya, hari di antara kelas dapat digunakan sebagai jembatan.

Mulailah dengan:

  • Membuat kalender tujuh hari.
  • Menyiapkan bacaan sebelum Selasa.
  • Menggunakan Rabu untuk rangkuman atau tugas.
  • Mengikuti kelas Kamis.
  • Menggunakan Jumat atau akhir pekan untuk analisis lebih panjang.
  • Menyediakan waktu cadangan.
  • Memecah tugas menjadi hasil kecil.
  • Menyiapkan argumen dari kasus simulasi.
  • Menjaga waktu istirahat.

Dengan pola seperti ini, kuliah S2 tidak harus terasa sebagai tambahan pekerjaan yang menumpuk pada hari kelas.

Hari-hari di antaranya justru dapat digunakan untuk memperkuat kepemimpinan dan kemampuan menganalisis pilihan bisnis secara lebih terstruktur.

 

Pelajari S2 Manajemen di STIE ABI, atur tugas di antara jadwal Selasa dan Kamis, lalu diskusikan kecocokan pola perkuliahan dengan PMB sebelum mendaftar.